:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/2026905/original/006918000_1521870831-Grafiti_huawei.jpg)
Ambisi Huawei untuk menguasai pasar Amerika Serikat mendapat hambatan, bukan dari rival bisnis, melainkan dari para badan intelijen.
Total enam badan intelijen Amerika Serikat mengimbau kewaspadaan dalam memakai produk Huawei dan ZTE karena masalah perlindungan informasi.
Petinggi FBI, CIA, dan NSA kompak dalam menyuarakan ketidakpercayaan mereka terhadap dua produk asal Tiongkok tersebut.
Hal itu disampaikan di hadapan Senate Intelligence Committee (Komite Intelijen Senat).
Direktur FBI dan CIA juga menyampaikan pendapat mereka yang memberikan rekomendasi pada rakyat AS agar tidak memakai produk-produk yang dicurigai, seperti yang dilansir dari CNBC.
"Kami memiliki kekhawatiran mendalam perihal risiko membiarkan perusahaan atau badan apa pun milik pemerintahan asing yang tidak berbagi nilai-nilai kita yang miliki untuk mengambil posisi berkuasa pada jaringan telekomunikasi kita," ucap Direktur FBI Christopher Wray.
Hal itu ditenggarai adanya kecurigaan potensi memodifikasi atau mencuri informasi untuk kepentingan jahat, serta dalam melaksanakan spionase.
Senator Tom Cotton dari Arkansas dan Senator Marco Rubio dari Florida mengajukan RUU yang memblokir pemerintah AS untuk membeli atau menyewa perlengkapan jaringan dari ZTE maupun Huawei.
Ini bukan pertama kalinya Huawei tersandung masalah di AS. Pada 2012, Huawei dan ZTE sudah dicurigai oleh komite intelijen AS akibat adanya potensi tindak spionase.
https://www.liputan6.com/tekno/read/3565074/senator-as-tuding-google-bantu-partai-komunis-chinaBagikan Berita Ini
0 Response to "Senator AS Tuding Google Bantu Partai Komunis China"
Post a Comment